shiafrica.com

Ini Keluarga Terkuat & Terkaya Palestina, Anak-Cucu Ikut Lawan Israel

Insight

Ini Keluarga Terkuat & Terkaya Palestina, Anak-Cucu Ikut Lawan Israel

Entrepreneur - MFakhriansyah, Indonesia
03 June 2024 13:30
Munib al-Masri (Reuters/File) Foto: Munib al-Masri (Reuters/File)
  • 1. Hani al-Masri
  • 2. Hikmat al-Masri
  • 3. Ma'azuz al-Masri 
  • 4. Maher al-Masri
  • 5. Rashada al-Masri
  • 5. Zafer al-Masri
  • 6. Munib al-Masri
  • 9. Bashar al-Masri 

Jakarta,  Indonesia - Invasi Israel atas tanah Palestina membuat banyak orang menaruh simpati. Ada yang memberikan bantuan. Ada pula yang ikutan 'turun gunung' melawan Israel dengan cara tersendiri. Salah satu kelompok yang ikut melawan Israel adalah keluarga al-Masri.

Menurut The Encyclopedia of the Arab-Israeli Conflict (2008), al-Masri adalah keluarga paling berpengaruh dan kuat yang berasal dari Nablus, Tepi Barat, Palestina. Nama keluarga ini, catat Dictionary of American Family Names 2nd edition (2022), berasal dari Mesir. Namun, tak diketahui lebih lanjut siapa orang pertama pengguna nama ini.

Anggapan al-Masri sebagai keluarga paling berpengaruh dan kuat tak terlepas dari fakta banyaknya anggota keluarga tersebut menjadi orang sukses dan punya posisi kuat di Palestina. Selain itu, keluarga al-Masri juga jadi keluarga terkaya sebab banyak dari anggotanya yang jadi pengusaha sukses. Mengacu pada Historical Dictionary of Palestine (2022), ada 8 tokoh dari keluarga al-Masri punya status seperti itu.

Semuanya punya kisah hidup yang hampir serupa. Awalnya lahir di Nablus lalu terusir akibat pendudukan Israel hingga sukses bermukim di negara orang. Perbedaan terletak pada profesi yang ditekuni. Profesi beragam keluarga al-Masri menjadikan katalisator mereka untuk berjuang melawan pendudukan Israel. 

Siapa saja anggota keluarga tersebut?

1. Hani al-Masri

Hani lahir di Nablus pada 1954. Dia lulusan administrasi bisnis dari Ayn Shams University, Mesir, pada 1976. Setelah berkuliah, dia pindah ke Libanon dan menjalani kehidupan sebagai jurnalis. 

Selama menjadi jurnalis, Hani membuat banyak laporan mengenai kehidupan di Palestina yang semua ditayangkan di berbagai media di Palestina dan Timur Tengah. Lewat cara ini, dia turut serta membantu warga Palestina melawan Israel. Laporan-laporannya sukses membukakan mata dunia tentang dinamika yang terjadi di sana atas kebengisan Israel. 

Tak hanya itu, dia juga menduduki berbagai posisi penting. Kini, dia menjabat Hani Al-Masri adalah Direktur Jenderal Pusat Penelitian Kebijakan dan Studi Strategis Palestina.

2. Hikmat al-Masri

Hikmat lahir di Nablus pada 1905. Dia memiliki latar belakang politisi. Karir politik pertamanya saat menjadi anggota partai lokal Palestina, yakni partai al-Difa. Setelahnya, dia memutuskan untuk hijrah menjadi politisi di Yordaina hingga menjabat sebagai ketua Parlemen Yordania (1957-1956). 

Selain itu, Hikmat jadi salah satu pengusaha terkemuka di Yordania dan Palestina. Bisnisnya adalah minyak bumi dan perusahaan travel Haji. Dia juga pernah memimpin Organisasi Pembebasan Palestina pada 1964. Lewat organisasi itu, dia berjuang demi kemerdekaan Palestina. Hikmat wafat di Nablus pada 1994. 

3. Ma'azuz al-Masri 

Pria kelahiran Nablus 1917 ini pernah memiliki latar belakang pengusaha. Di adalah pendiri Perusahaan Industri Minyak Nabati di Nablus. Selain itu, dia juga pernah menjabat sebagai Walikota Nablus. Selama jadi walikota, dia diketahui memimpin pertempuran melawan Israel atas perpindahan paksa warganya. Dia meninggal pada 1994. 

4. Maher al-Masri

Berbeda dengan keluarga lain, Maher adalah ekonom Palestina. Dia memperoleh sarjana dan magister di bidang ekonomi dari American University of Beirut. Di dunia ekonomi, dia pernah menjadi menteri perdagangan dan ekonomi (1996) hingga Ketua Perusahaan Perbankan Palestina. 

Selain itu dia tercatat berpatisipasi dalam mendirikan beberapa serikat pekerja dan forum ekonomi. Di dunia wirausaha, dia juga tercatat sebagai pengusaha minyak. 

5. Rashada al-Masri

Historical Dictionary of Palestine (2022) memaparkan, Rashada adalah pendiri Arab Women Union Society. Di organisasi itu, dia menjadi aktivis kesejahteraan anak dan ibu di Palestina. Dia aktif memberikan bantuan berupa beasiswa pendidikan dan kemanusiaan kepada anak-anak Palestina terdampak konflik. 

Selain itu dia juga sempat menjadi ketua Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina sebelum wafat pada 1984. 

5. Zafer al-Masri

Semasa hidup, Zafer dikenal sebagai pengusaha yang aktif membantu warga Palestina. Dia fokus pada pengembangan bisnis di Tepi Barat hingga terpilih jadi Presiden Kamar Dagang Palestina pada 1972. 

Zafer tercatat pernah menempuh pendidikan tinggi di Lebanon. Tepatnya, di American University of Beirut jurusan administrasi bisnis pada 1964. Dia meninggal pada 1986.

6. Munib al-Masri

Munib dikenal sebagai orang terkaya Palestina. Dia lahir pada 1934 di Nablus, tapi terpaksa terusir akibat pendudukan Israel. Peristiwa ini kemudian membuatnya pergi ke Lebanon hingga New York. Di New York, Munib belajar geologi dan berhasil mendirikan perusahaan pengeboran mineral dan air, bernama Engineering & Development Group (Edgo) yang berbasis di Amman, Yordania.

Lewat perusahaan itu dia kaya raya dan bisa membantu rakyat Palestina. Tercatat dia mendirikan Palestine Development and Investment (PADICO). Organisasi itu berdiri sebagai upaya membangun dan menghadirkan investasi di Palestina yang bertujuan membangkitkan perekonomian nasional di Tepi Barat dan Jalur Gaza. 

9. Bashar al-Masri 

Bashar merupakan pengusaha properti dan migas. Harta kekayaan yang dimiliki membuatnya bisa membantu warga Palestina menghajar Israel lewat investasi dan pembangunan kota. Dia tercatat jadi inisiator Rawabi, kota modern pertama di Palestina.

Lewat kota tersebut, Bashar ingin Palestina bisa menarik investor dan memperkerjakan penduduk lokal. Proyek itu sukses menghabiskan dana US$ 1,4 miliar atau Rp 22 triliun dan berhasil memperkerjakan 10.000 warga hingga sukses menggerakkan ekonomi Palestina.


[Gambas:Video ]
Artikel Selanjutnya

Miliarder Arab Bagikan Harta Ratusan Triliun, Alasannya Bikin Takjub


(mfa/mfa)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat