shiafrica.com

Dikira Asing, Merek Baju Terkenal Ini Ternyata 'Made In Indonesia'

Insight

Dikira Asing, Merek Baju Terkenal Ini Ternyata 'Made In Indonesia'

Entrepreneur - MFakhriansyah, Indonesia
06 May 2024 12:00
Ilustrasi kemeja polo. (Dok. Freepik) Foto: Ilustrasi kemeja polo. (Dok. Freepik)

Jakarta,  Indonesia - Semua orang mengetahui Polo merupakan merek baju ternama yang biasanya memproduksi baju berkerah. Namun, tidak semua orang tahu bahwa merek baju tersebut bukan buatan asing, tetapi asli Indonesia. Tepatnya berasal dari Kali Anyar, Jakarta Barat. 

Sebagai catatan, di Indonesia memang ada dua perusahaan yang memproduksi merek bernama Polo.

Pertama, Polo produksi Ralph Lauren yang berada di bawah PT Polo Ralph Lauren Indonesia. Perusahaan ini merupakan bagian dari perusahaan induk berbasis di AS, Ralph Lauren Corporation, yang sejak tahun 1967 memperkenalkan jenama Polo. Selain itu, perusahaan juga memproduksi merek lain, seperti Ralph Lauren Collection, Ralph Lauren Purple Label, dan sebagainya. 

Kedua, Polo produksi PT Manggala Putra Perkasa (MPP). Inilah merupakan Polo buatan Indonesia yang berasal dari Kali Anyar, Jakarta Barat. Sayang, tak diketahui kapan berdiri dan siapa pemiliknya. Hanya saja, dapat diketahui perusahaan tersebut tak hanya memproduksi merek Polo, tetapi juga merek Prada, yakni Prada Sport, Prada Jeans & Co. 

Secara sekilas tak ada perbedaan antara kedua merek tersebut. Keduanya juga mencantumkan orang sedang mengendarai kuda sebagai logo khas. Hanya saja, dalam pencantuman merek, Polo buatan AS tertulis Polo by Ralph Lauren. Akan tetapi, dualisme penamaan merek dan logo Polo di Indonesia rupanya memantik perselisihan di pengadilan.

Dalam pemberitaan Detik.com 2021 lalu, PT Manggala Putra Perkasa mengajukan gugatan bahwa perusahaannya-lah yang punya hak eksklusif atas logo tersebut, sekalipun merek yang sama telah eksis digunakan di luar negeri sejak lama. Mereka meminta hakim untuk menuntut Rp572 miliar karena merek tersebut digunakan oleh pihak lain. 

Gugatan ini bisa terjadi karena pendaftaran suatu merek dan kaitannya dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual di Indonesia mengacu sistem first to file. Menurut Justisiari P. Kusumah di Hukum Online, first to file adalah sistem perlindungan terhadap suatu merek di mana pihak yang pertama kali mengajukan permohonan pendaftaran ke kantor merek, maka menjadi pihak pertama yang memiliki hak atas merek tersebut. 

Singkatnya, siapa cepat mendaftar dialah yang punya merek tersebut. Dalam kasus tersebut, PT Manggala Putra Perkasa merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang mendaftarkan merek dan logo Polo tersebut. Sampai sekarang, gugatan tersebut masih ditinjaklanjuti oleh pengadilan. 


[Gambas:Video ]
Artikel Selanjutnya

2 Produk Besar Ini Ternyata dari Kakak-Adik Berantem


(mfa/sef)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat