shiafrica.com

Ide Wanita Ini Dikira Bakal Gagal, tapi Kini Sukses Bawa Cuan Rp100 T

Insight

Ide Wanita Ini Dikira Bakal Gagal, tapi Kini Sukses Bawa Cuan Rp100 T

Entrepreneur - MFakhriansyah, Indonesia
31 May 2024 12:00
Tamagotchi Smart. (Dok: Tamagotchi) Foto: Tamagotchi Smart. (Dok: Tamagotchi)

Jakarta, Indonesia -  Pepatah bijak sering mengatakan bahwa jangan sesekali menganggap aneh seseorang, baik itu buah pemikiran atau hasil karyanya. Salah satunya terjadi pada Aki Maita. 

Aki Maita punya ide membuat hewan digital dalam bentuk mainan. Awalnya, ide itu dianggap aneh. Tapi, tak disangka malah membawa cuan hingga triliunan rupiah. Bagaimana ceritanya?

Kisah ini bermula pada 1995. Kala itu, Aki Maita merupakan pegawai tingkat rendah di perusahaan mainan Bandai. Dengan posisi seperti itu banyak orang menganggap dia tak bisa berkembang. Apalagi di Jepang, ada pandangan berkonotasi negatif bahwa pekerjaan seperti Maita hanya dilakukan untuk mencari pasangan saja.

Suatu waktu, Maita sedang menonton iklan di televisi. Iklan tersebut berisi anak kecil yang mengeluh karena tak bisa membawa kura-kura peliharaannya ke sekolah. Sebab, dalam iklan itu dijelaskan, kura-kura tersebut bakal mengotori sekolah, sehingga lebih baik berada di rumah. 

Dari permasalahan itu dia punya ide menarik. 

"Mengapa tidak membuat hewan peliharaan yang dapat dibawa oleh anak-anak? Hewan itu juga nantinya perlu perawatan dan perhatian tapi tidak membuat berantakan," pikir Maita dalam hati, sebagaimana dilaporkan Newstalk, dikutip Jumat (31/5/2024).

Ide Maita saat itu melampaui zaman. Di saat periode sezaman didominasi permainan pemacu adrenalin, seperti perang atau tembak-tembakan, dia malah membuat permainan yang kebalikannya. Alhasil, banyak orang mengira ide tersebut bakal gagal. Tapi, dia tak menyerah.

Sadar bahwa dirinya hanya pegawai biasa, dia melakukan konsultasi ide ke temannya yang jadi perancang mainan, Akihiro Yokoi. Dalam pemaparan Matt Alt di Pure Invention: How Japan Made the Modern World (2020) ide itu disambut baik Yokoi. Dia lantas menyarankan untuk membuat model permainan pemeliharaan hewan di dalam satu perangkat kecil. Seukuran kepalan tangan. 

Nantinya, di mainan itu, pengguna bakal mengurusi hewan layaknya kenyataan. Mulai dari lahir, makan, istirahat, hingga meninggal.  Jika hewan tersebut meninggal, maka permainan tak bisa diulang dan pengguna harus membeli perangkat baru. Intinya, pengguna bakal diminta bertanggungjawab atas peliharaan digital tersebut.

Singkat cerita, mainan tersebut diujicobakan kepada 200 anak SMA di Jepang. Tak disangka hasilnya positif. Dalam penuturan kepada Time, Maita bersaksi anak-anak tersebut terlihat sumringah. Selama proses pengamatan, pengujicoba terlihat bertanggungjawab mengurusi hewan tersebut.

Dari keberhasilan tersebut, kedua penemu itu merilis mainan hewan tersebut pada 23 November 1996. Namanya, Tamagotchi.

"Tamagothci berasal dari bahasa Jepang, yakni tamago berarti telur dan uocchi berarti melihat. Jadi, permainan tersebut mengharuskan para pengguna melihat telur, alias merawatnya," tulis Matt Alt.

Kesuksesan Tamagotchi tak membutuhkan waktu lama. Beberapa hari setelah rilis, anak-anak muda berbondong-bondong membelinya. Bahkan, kurang dari setahun, Tamagotchi sukses terjual di lebih dari 30 negara. Dalam laporan Insider, Tamagotchi di tahun 1990-an sudah terjual lebih dari 70 juta unit. Sampai-sampai, setiap detiknya terjual satu Tamagotchi di dunia. 

Satu Tamagotchi dijual seharga US$15. Bisa dibayangkan, berapa keuntungan jika terjual 70 juta unit. Akan tetapi, keuntungan tersebut tak masuk ke kantong Aki Maita dan  Akihiro Yokoi. Sebab, Tamagotchi dipasarkan di bawah bendera Bandai. Newstalk menyebut, Maita bahkan tak dapat begitu banyak uang atau bonus, sekalipun Tamagotchi tercipta dari idenya.  Sampai 2016, Tamagotchi sudah terjual hingga US$ 6,2 miliar atau Rp100 triliun. Kini, Tamagotchi pun beralih diri mengikuti zaman menjadi bentuk smartwatch. 


[Gambas:Video ]
Artikel Selanjutnya

Miliarder Arab Bagikan Harta Ratusan Triliun, Alasannya Bikin Takjub


(mfa/mfa)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat