shiafrica.com

Wajib Tahu! Ini Perbedaan Kartu Kredit, Paylater & Pinjol

Wajib Tahu! Ini Perbedaan Kartu Kredit, Paylater & Pinjol

Market - Romys Binekasri, Indonesia
17 January 2024 10:15
Pinjol paling banyak utangi warga ri Foto: Judul/ Pinjol paling banyak utangi warga ri/Aristya Rahadian

Jakarta, Indonesia - Kebutuhan akses pendanaan menjadi penting bagi sebagian masyarakat. Teknologi yang berkembang pesat membuat akses pendanaan menjadi lebih mudah. Mulai dari kartu kredit yang disediakan oleh perbankan hingga paylater dan pinjaman online yang disediakan oleh perusahaan financial technologi (fintech).

Kartu kredit, paylater, dan pinjaman online (pinjol) merupakan produk yang serupa, yaitu sama-sama memberikan pinjaman bagi nasabah atau pengguna aplikasi. Namum, tidak sama persis.

Pada dasarnya fungsi paylater hampir sama dengan kartu kredit, yaitu memiliki batas atau limit. Layanan ini dapat digunakan untuk berbelanja yang akan dibayar sesuai jadwal. Ada yang bisa dilunasi langsung pada saat tanggal ditetapkan tanpa kena bunga, ada juga yang bisa dicicil dengan pengenaan bunga.

Perbedaan anyara paylater dan kartu kredit paling utama tentunya adalah penggunaan teknologinya di masing-masing sistem pembayaran tersebut. Paylater menerapkan layanan full digital, sementara kartu kredit masih menggunakan fisik.

Kemudian, dari sisi persyaratan, paylater jauh lebih mudah ketimbang kartu kredit. Untuk kartu kredit nasabah harus melalui beberapa proses manual, seperti mengisi beberapa dokumen seperti form data diri dan lain sebagainya. Ketika sudah diajukan, pihak bank melakukan proses survei.

Biasa dalam proses ini pihak bank menghubungi beberapa pihak yang dicantumkan dalam data nasabahnya. Tujuannya untuk memastikan kebenaran data tersebut. Kartu kredit juga biasanya melalui proses BI checking.

Sementara paylater pengisian data dokumen full dilakukan secara online, termasuk foto diri dan kartu identitas. Namun pihak dompet digital tidak melakukan survei. Proses jauh lebih longgar.

Kemudian dari sisi penggunaannya, biasanya limit awal paylater jauh lebih sedikit dibandingkan kartu kredit. Namun untuk limit paylater akan berangsur naik jika penggunanya disiplin dalam pembayaran dan catatan riwayat transaksinya dianggap baik.

Namun, dari sisi penggunaan, kartu kredit jauh lebih luas, karena bisa digunakan untuk transaksi secara offline dan online. Merchant-nya juga sangat banyak, baik untuk belanja pakaian, makan di restoran, hingga belanja kebutuhan sehari-hari.

Sementara untuk paylater hanya biasanya lebih terbatas ruang penggunaannya. Seperti misalnya OVO yang fitur layanan paylater-nya hanya bisa digunakan di satu e-commerce yakni Tokopedia. Meskipun saat ini layanan OVO paylater di Tokopedia sedang dibekukan. Kemudian Shopee paylater yang tentunya hanya bisa digunakan di Shopee.

Intinya paylater dan kartu kredit adalah alat ganti pembayaran untuk belanja. Berbeda dengan fasilitas pinjaman seperti KTA ataupun pinjaman online, paylater dan kartu kredit tidak bisa dicairkan secara tunai.

Sementara, beda lagi dengan pinjol. Latanan paylater dan pinjol memang hampir mirip karena sama-sama merupakan aplikasi digital. Namun, paylater hanya fitur, bukan lembaga jasa keuangan seperti pinjol.

Paylater merupakan layanan untuk memudahkan masyarakat membeli suatu produk atau jasa dengan menunda pembayaran atau berutang. Masyarakat wajib melunasi utang itu sesuai dengan masa tenor yang ditetapkan.

Pinjol adalah lembaga jasa keuangan yang bisa menyalurkan pinjaman tunai ke masyarakat. Dana yang disalurkan untuk peminjam berasal dari pemberi pinjaman (lender) yang berinvestasi di pinjol tersebut. Lender biasanya akan mendapatkan keuntungan dari bunga yang dibayarkan oleh peminjam.

Perbedaannya lagi, paylater adalah layanan yang biasanya digunakan untuk tujuan konsumtif. Sementara, pinjol bisa menyalurkan dana tunai untuk tujuan konsumtif dan produktif.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, paylater lebih aman digunakan. Pasalnya, layanan paylater kerap ditawarkan oleh e-commerce atau marketplace besar, sehingga keamanannya lebih terjaga. Berbeda dengan pinjol, masih banyak pinjol yang tak memiliki izin usaha di Indonesia.


[Gambas:Video ]
Artikel Selanjutnya

Warga RI Makin Doyan Pinjol, Kredit Macet Menggelembung


(fsd/fsd)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat