shiafrica.com

AS Jadi 'Dalang' Anjloknya Kripto Hari Ini, BTC Sentuh US$ 67.000

AS Jadi 'Dalang' Anjloknya Kripto Hari Ini, BTC Sentuh US$ 67.000

Market - rev, Indonesia
12 June 2024 08:30
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash) Foto: Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, Indonesia - Pasar kripto melemah berjamaah hari ini, Rabu (12/6/2024) di tengah sikap wait and see pelaku pasar perihal data inflasi Amerika Serikat (AS) dan suku bunga bank sentral AS (The Fed).

Merujuk dari CoinMarketCap pada Rabu (12/6/2024) pukul 06:26 WIB, pasar kripto kompak ambruk. Bitcoin turun 3,06% ke US$67.370,14 dan secara mingguan berada di zona negatif 4,46%.

Ethereum berada di zona merah 4,82% dalam 24 jam terakhir dan dalam sepekan melemah 8,29%

Solana ambles 6,05% secara harian dan secara mingguan anjlok 12,92%.

Begitu pula dengan Dogecoin yang melemah 4,53% dalam 24 jam terakhir dan dalam tujuh hari terakhir ambruk 14,33%.

CoinDesk Market Index (CMI) yang merupakan indeks untuk mengukur kinerja tertimbang kapitalisasi pasar dari pasar aset digital turun 3,49% ke angka 2.641,46 Open interest terdepresiasi 3,28% di angka US$67,57 miliar.

Sedangkan fear & greed index yang dilansir dari coinmarketcap.com menunjukkan angka 60 yang menunjukkan bahwa pasar berada di fase optimis dengan kondisi ekonomi dan industri kripto saat ini.

Dikutip dari coindesk.com, kemunduran kripto ini menyebabkan lebih dari US$250 juta posisi terlikuidasi dalam perdagangan derivatif dengan leverage di semua aset kripto.

Lebih lanjut, data CoinGlass menandai penurunan leverage signifikan kedua dalam seminggu setelah likuidasi US$400 juta pada hari Jumat (7/6/2024).

Untuk diketahui, likuidasi terjadi ketika bursa menutup posisi leverage karena hilangnya sebagian atau seluruh uang awal pedagang, atau "margin", karena pengguna gagal memenuhi persyaratan margin atau tidak memiliki cukup dana untuk menjaga posisi tetap terbuka.

Salah satu alasan di balik kemunduran ini adalah investor "mengurangi risiko" aset kripto menjelang laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan Mei malam hari ini dan pertemuan The Fed, kata hedge fund QCP dalam pembaruannya.

Investor akan memantau prospek suku bunga anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang disebut "dot plot" untuk melihat berapa banyak penurunan suku bunga yang diproyeksikan oleh para pembuat kebijakan untuk tahun ini mengingat pembacaan inflasi yang kaku baru-baru ini.

INDONESIA RESEARCH


[Gambas:Video ]
Artikel Selanjutnya

Investor Retail Skeptis Soal Bitcoin, Pasar Kripto Ambruk


(rev/rev)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat