shiafrica.com

Mau Stop Pakai Kartu Kredit? Lakukan 4 Hal Ini Dulu...

Mau Stop Pakai Kartu Kredit? Lakukan 4 Hal Ini Dulu...

My Money - Financial Expert, Indonesia
10 June 2024 12:10
Ilustrasi kartu kredit Foto: Shutterstock

Jakarta, Indonesia - Ada beberapa alasan kuat mengapa seseorang mungkin ingin menonaktifkan kartu kreditnya. Bisa jadi karena mereka ingin mengurangi utang, menahan diri dari godaan konsumtif, atau karena ingin menggantinya dengan kartu kredit lain yang lebih menguntungkan.

Kartu kredit memang menawarkan banyak manfaat, seperti promo dan berbagai keuntungan lainnya. Namun, jika penggunaannya tidak terkendali, keuangan Anda bisa berada dalam risiko.

Berikut adalah beberapa tips dan trik yang bisa Anda terapkan jika Anda berniat menonaktifkan kartu kredit Anda:

Habiskan Reward yang Tersisa

Periksa berapa banyak reward yang masih dapat Anda manfaatkan. Reward ini sering kali bisa memberikan keuntungan tambahan. Misalnya, Anda mungkin bisa mendapatkan barang gratis dari sisa reward yang Anda miliki. Beberapa kartu kredit juga memberikan poin yang bisa ditukar dengan merchandise dari bank.

Ingat, reward ini hanya berlaku selama kartu Anda masih aktif. Begitu Anda menutup kartu kredit, semua reward yang Anda miliki akan hangus.

Lunasi Semua Tagihan

Pastikan semua tagihan kartu kredit Anda sudah lunas. Anda tidak bisa menutup kartu kredit sebelum semua tagihan, termasuk biaya tahunan dan bunga, terbayar penuh. Jika ada tagihan yang belum dibayar, kartu kredit Anda tidak bisa ditutup. Jadi, pastikan semua tagihan ini diselesaikan terlebih dahulu.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat menonaktifkan kartu kredit dengan lebih mudah dan memastikan bahwa Anda tidak kehilangan keuntungan atau terjebak dalam utang yang tidak perlu.

Non-aktifkan fitur auto-debet untuk sistem pembayaran

Beberapa pemegang kartu kredit memang sering mengaktifkan fitur ini agar tidak repot ketika tagihan muncul. Terutama bagi mereka yang memanfaatkan uang di tabungannya untuk pembayaran listrik, telepon, dan sebagainya termasuk kartu kredit.

Intinya, bank penerbit kartu kredit Anda juga harus tahu bahwa fitur ini sudah dinonaktifkan. Hal itu wajib dilakukan agar tidak ada lagi tagihan yang dikirimkan pada Anda.

Minta bukti tertulis penutupan kartu kredit

Jangan lupakan poin terakhir ini. Setelah Anda melunasi segala kewajiban Anda, pastikan Anda mendapat bukti tertulis dari kegiatan tersebut dari bank terkait.

Dokumen tertulis ini mutlak harus diamankan sebagai bukti bahwa kartu kredit Anda telah tertutup dan semua sisa tagihan telah dilunasi, sekaligus menjadi penyelamat jika sewaktu-waktu Anda masih memperoleh tagihan kartu kredit yang telah ditutup.


[Gambas:Video ]
Artikel Selanjutnya

Ini 3 Cara Lunasi Utang dengan Cepat!


(aak/aak)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat