shiafrica.com

Kapan Harga Sebuah Saham Dikatakan Murah?

Kapan Harga Sebuah Saham Dikatakan Murah?

My Money - Financial Expert, Indonesia
11 June 2024 06:25
Pekerja berjalan dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/4/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari Jumat (8/4) sore ditutup naik 83,46 poin atau 1,17 persen menembus level  7.210. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj. Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Jakarta, Indonesia - Ketika pasar saham sedang mengalami penurunan, maka hal tersebut sering disebut sebagai momentum bagi para investor untuk membeli saham yang terdiskon. Apakah ini saatnya untuk memborong saham?

Namun apakah benar bahwa, ketika harga suatu saham telah turun maka kita bisa langsung mengatakan bahwa saham itu murah atau undervalue?

Belum tentu, bisa jadi saham tersebut terkoreksi karena selama ini harganya sudah terlampau tinggi alias overvalue, atau karena adanya faktor lain yang menyangkut fundamental perusahaan.

Langkah yang bisa Anda ambil selanjutnya adalah, average down jika masih ada modal tersisa, diamkan saja, atau cut loss untuk mengamankan modal.

Akan tetapi, keputusan tersebut tentunya harus dilakukan lewat analisis terlebih dulu.

Agar Anda bisa lebih mudah mengenali saham-saham yang terdiskon, penting sekali untuk mengetahui apa yang dinamakan dengan valuasi. Penasaran? Berikut pemaparannya.

Valuasi relatif

Cara ini mungkin menjadi cara yang paling sering digunakan lantaran paling sederhana. Pada intinya, dalam valuasi relatif, Anda akan mengukur nilai suatu perusahaan dan membandingkannya dengan perusahaan lain di industri sejenis.

Para analis seringkali membandingkan rasio harga saham terhadap laba bersih (Price-to-Earnings/PE Ratio) atau Rasio harga saham terhadap nilai buku (Price-to-Book Value/PBV) satu perusahaan dengan perusahaan lain di sektor yang sama. Dari situlah, analis bisa menentukan apakah valuasi satu korporasi dianggap undervalued atau overvalued oleh pasar.

Karena menggunakan indikator keuangan yang simpel, metode valuasi relatif selalu dianggap lebih mudah dan cepat diaplikasikan oleh analis dibanding model valuasi absolut.

Valuasi Absolut

Dalam valuasi absolut, analis akan menghitung nilai wajar atau intrinsik dari sebuah perusahaan dari faktor fundamental.

Adapun beberapa faktor yang kerap diperhatikan dalam metode valuasi ini antara lain adalah, dividen, arus kas, dan pertumbuhan bisnis.

Dalam metode ini, analis tidak melakukan perbandingan suatu perusahaan dengan perusahaan sejenis lainnya, seperti yang mereka lakukan dalam metode valuasi relatif.

Mau tahu seputar valuasi saham lebih lanjut? Hanya dengan Rp 50 ribu saja, Anda bisa belajar saham dengan Financial Expert & Equity Analyst Indonesia lho.

Silahkan daftarkan diri Anda di sini.


[Gambas:Video ]
Artikel Selanjutnya

Video: Prospek Cuan Investasi Saham di Bulan Ramadan


(aak/aak)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat