shiafrica.com

Harga Emas Mengkilap, Begini Efeknya Bagi Merdeka Copper (MDKA)

Harga Emas Mengkilap, Begini Efeknya Bagi Merdeka Copper (MDKA)

News - Verda Nano Setiawan, Indonesia
15 May 2024 21:10
Infografis, 10 Negara Penguasa Cadangan Emas Dunia Foto: Infografis/ Negara Penguasa Cadangan Emas Dunia/ Edward Ricardo Sianturi

Jakarta, Indonesia - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) terus memanfaatkan momentum kenaikan harga emas. Terutama, untuk mendukung pelaksanaan 2 proyek besar, yakni tambang tembaga bawah tanah di Banyuwangi dan Proyek Emas Pani di Gorontalo.

General Manager Communications MDKA Tom Malik mengaku kenaikan harga emas sebetulnya tidak serta merta membuat perusahaan mengerek produksi emas begitu saja. Sebab, perusahaan telah menetapkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahunan yang telah disetujui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Namun demikian, di tengah tren kenaikan harga emas ini perusahaan akan terus fokus pada peningkatan efisiensi produksi, sehingga dapat menikmati margin yang lebih tinggi. Setidaknya, target biaya produksi emas perusahaan pada tahun ini dipatok di kisaran US$ 1.300/Oz.

"Pada umumnya perusahaan tambang itu adalah price taker kita gak punya kontrol terhadap harga komoditas. Jadi satu satunya yang bisa mengontrol margin kami yang bagus bagaimana kita operasikan tambang secara efisien mungkin," ungkap Tom dalam acara Mining Zone Indonesia, Rabu (15/5/2024).

Selain fokus terhadap dua proyek jumbo tambang tembaga bawah tanah di Banyuwangi dan Proyek Emas Pani di Gorontalo, MDKA juga terus mengoptimalkan tambang emas terbuka Tujuh Bukit di Banyuwangi dengan target produksi 100-120 ribu ons.

Adapun, proyek tambang tembaga bawah tanah digadang-gadang akan menjadi tambang tembaga terbesar ketiga di Indonesia. Terutama, setelah tambang milik PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN).

Sementara itu, untuk proyek Pani akan menjadi proyek tambang emas primer terbesar di Indonesia dengan kandungan 6,7 juta ounces emas. Tambang ini diperkirakan akan menghasilkan emas sekitar 500 ribu ounces per tahun.

Sebagaimana diketahui, harga emas terbang meski inflasi produsen Amerika Serikat (AS) naik dan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) masih mengirim sinyal hawkish.

Harga emas di pasar spot ditutup di posisi US$ 2.357,97 pada perdagangan Selasa (14/5/2024). Harganya melonjak 0,94% atau hampir 1%. Kenaikan harga ini menjadi kabar baik setelah harga emas ambruk 1% pada hari sebelumnya.


[Gambas:Video ]
Artikel Selanjutnya

MDKA Tunjukan Komitmen Jaga Keselamatan & Kesehatan Karyawan


(wia)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat