shiafrica.com

Hilang Smart Card Haji 2024, Siap-Siap Didenda Rp42,7 Juta & Deportasi

Hilang Smart Card Haji 2024, Siap-Siap Didenda Rp42,7 Juta & Deportasi

Syariah - Tim Redaksi, Indonesia
13 May 2024 12:40
Smart Card Haji. (X @HajMinistry) Foto: Smart Card Haji. (X @HajMinistry)

Jakarta, Indonesia - Mulai musim Haji 2024, pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberlakukan smart card berupa kartu elektronik kepada jemaah haji. Kartu itu akan menjadi akses jemaah masuk ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief mengungkapkan smart card ini merupakan salah satu alat yang dikeluarkan pemerintah Saudi untuk digunakan seluruh jemaah haji sebagai akses saat pelaksanaan puncak haji di Armuzna. Ini juga digunakan untuk menjaga validitas data jamaah haji yang akan melaksanakan haji tahun 2024 ini.

"Smart card berfungsi mencegah siapa pun yang nekat berhaji tanpa prosedur atau jalur resmi. Smart card juga menjadi inovasi terbaru yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi pada musim haji 1445 Hijriah/2024 Masehi," kata Hilman, dikutip Senin (13/5/2024).

Smart card berbentuk seperti Id Card dan berisi QR Code. Sehingga, ketika ada pemeriksaan dari otoritas terkait di Arab Saudi, smart card akan menampilkan data resmi jemaah.

"Saat puncak haji untuk akses Armuzna, QR Code yang terdapat di dalam smart card akan discan lalu dicek kebenaran data jemaahnya. Jika sesuai datanya akan diizinkan masuk, jika tidak sesuai maka jemaah tidak diizinkan masuk Arafah untuk berhaji," tambahnya.

Kemudian, untuk masuk Masyair di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, harus ada smart card tersebut, termasuk saat pergeseran dari hotel menuju Arafah, setiap bus dicek satu persatu lalu dihitung berapa orang di kursi busnya, baru boleh jalan sampai ke Arafah.

"Jadi tidak ada penumpang gelap di jalan," lanjutnya.

Risiko Denda

Hilman mengingatkan petugas Saudi akan melakukan pemeriksaan intensif terhadap visa dan smart card jemaah di semua titik menuju Makkah.

Apabila jemaah kedapatan tak memiliki visa maupun Smart card, dia akan dikenakan sanksi berupa denda sebesar 10 ribu riyal (Rp 42,7 juta), serta dideportasi keluar dari Saudi sehingga tidak boleh datang ke Tanah Suci selama 10 tahun.

Hilman menambahkan, Kemenag telah membagikan 10 ribu Smart card ke jemaah haji Indonesia melalui embarkasi masing-masing. Sisanya, akan dibagikan saat jemaah tiba di Makkah.

"Kami pesankan bagi jemaah yang sudah menerima smart card, harap dijaga, jangan sampai hilang dan tercecer. Sebab, smart card tersebut dikeluarkan oleh pemerintah Saudi, kita tidak punya pengganti," tandasnya.


[Gambas:Video ]
Artikel Selanjutnya

Kemenag Buka Rekrutmen Dai Daerah 3T, Cek Syarat & Cara Daftarnya


(haa/haa)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat