shiafrica.com

Ini Tata Cara dan Doa Menyembelih Hewan Kurban, Penting Dijalankan

Ini Tata Cara dan Doa Menyembelih Hewan Kurban, Penting Dijalankan

Syariah - Martyasari Rizky, Indonesia
22 May 2024 17:00
Fakta-fakta menarik hewan qurban Foto: Edward Ricardo
  • Berikut adalah syarat dalam tata cara menyembelih hewan kurban:
  • Berikut urutan tata cara menyembelih hewan kurban, dikutip dari situs resmi Baznas:
  • Doa sebelum menyembelih hewan kurban
  • Doa saat menyembelih hewan kurban
  • Jadwal Iduladha 2024

Jakarta, Indonesia - Perayaan Iduladha diperkirakan bakal mulai diselenggarakan bulan Juni 2024. Salah satu amalan yang dianjurkan dalam menjalankan ibadah Iduladha adalah menyembelih hewan kurban.

Tentu saja, ada tata cara menyembelih hewan kurban yang harus dijalankan agar sesuai syariat. Dan sebelum menyembelih, Anda juga dianjurkan membaca doa dengan harapan Allah SWT menerima ibadah kurban yang dilakukan.

Berikut adalah syarat dalam tata cara menyembelih hewan kurban:

1. Alat Sembelihan Tajam

Gunakanlah alat penyembelihan yang tajam, seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Diriwayatkan oleh Syaddad ibn Aus Radhiyallahu anhu Beliau bersabda,

"Allah memerintahkan untuk berbuat kebaikan dalam segala hal. Ketika kamu membunuh, maka lakukanlah dengan cara yang baik, dan ketika kamu menyembelih, maka lakukanlah dengan cara yang baik, serta pastikan pisau yang digunakan tajam, dan tenangkan hewan yang akan disembelih." (HR Muslim)

Selanjutnya, lakukan penyembelihan dengan memotong tenggorokan dan dua urat nadinya yang ada di leher hewan kurban.

2. Hadap Kiblat

Hadapkanlah hewan kurban ke arah kiblat. Hal ini sesuai dengan hadits berikut,

"Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan ketulusan dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah golongan musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku diperintahkan demikian, dan aku termasuk golongan orang Muslim. Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar, ya Allah (kurban ini) adalah darimu, untuk-Mu, dan atas nama Muhammad dan umatnya." (HR Abu Dawud).

Berikut urutan tata cara menyembelih hewan kurban, dikutip dari situs resmi Baznas:

- Membaca basmalah
- Membaca sholawat nabi (Allâhumma shalli alâ sayyidinâ Muhammad, wa alâ âli sayyidinâ Muhammad)
- Menghadap ke arah kiblat, baik untuk hewan kurban maupun orang yang akan melakukan penyembelihan (hewan dibaringkan di atas lambung sebelah kiri, dan posisi lehernya yang dihadapkan ke kiblat)
- Membaca takbir sebanyak tiga kali dan tahmid sekali (Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd)
- Mengucapkan doa (Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm)
- Menggunakan alat yang tajam untuk menyembelih
- Menyembelih hewan kurban dengan memotong tenggorokan, kerongkongan dan dua urat nadi di bagian leher hewan.

Dan yang tak boleh diabaikan dalam tata cara menyembelih hewan kurban adalah membacakan doa. Amalan ini dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah atau bertepatan dengan waktu Iduladha.

Doa sebelum menyembelih hewan kurban

Doa menyembelih hewan kurban Idul Adha adalah bagian dari kesunnahan sebelum menyembelih. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW pada salah satu keterangan hadits dari Aisyah RA berikut,

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ يَطَأُ فِي سَوَادٍ وَيَبْرُكُ فِي سَوَادٍ وَيَنْظُرُ فِي سَوَادٍ فَأُتِيَ بِهِ لِيُضَحِّيَ بِهِ فَقَالَ لَهَا يَا عَائِشَةُ هَلُمِّي الْمُدْيَةَ ثُمَّ قَالَ اشْحَذِيهَا بِحَجَرٍ فَفَعَلَتْ ثُمَّ أَخَذَهَا وَأَخَذَ الْكَبْشَ فَأَضْجَعَهُ ثُمَّ ذَبَحَهُ ثُمَّ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ثُمَّ ضَحَّى بِهِ

Artinya: Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk dibawakan dua ekor kambing kibas bertanduk yang kaki, perut, dan sekitar matanya berwarna hitam. Maka dibawakanlah kambing tersebut kepada beliau untuk dijadikan kurban. Beliau lalu berkata kepada Aisyah, "Wahai Aisyah, asahlah pisau,"

Nabi Muhammad SAW mengambil pisau tersebut dan kambing tersebut, beliau membaringkannya dan menyembelihnya sambil berkata, "Bismillah (dengan nama Allah). Ya Allah, terimalah (kurban ini) dari Muhammad, keluarganya, dan umatnya," (HR Muslim).

Hukum mengucapkan basmalah sebelum menyembelih hewan kurban adalah wajib. Menurut Ustaz Abu Abdil Aʼla Hari Ahadi, kehalalan daging kurban dipengaruhi oleh bacaan basmalah sebelum daging disembelih sebagaimana disinggung dalam surah Al An'am ayat 121,

وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ ۗ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰ أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ ۖ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ

Artinya: "Janganlah kamu memakan sesuatu dari (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah. Perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan benar-benar selalu membisiki kawan-kawannya agar mereka membantahmu. Jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu benar-benar musyrik."

Imam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' al Fatawa juga menyebutkan kewajiban membaca basmalah sebelum hewan disembelih. Hal ini pun, menurutnya, telah disetujui oleh mayoritas ulama.

Doa saat menyembelih hewan kurban

Ustaz Abu Abdil Aʼla Hari Ahadi dalam Fikih Kurban menyebut, sebelum menyembelih hewan kurban dapat didahului dengan membaca bismillah, membaca takbir, dan doa agar hewan kurbannya diterima oleh Allah SWT. Dinukil dari Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam Kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, berikut bacaan doa menyembelih hewan kurban.

وجهت وجهي لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِن صَلاتِي ونسكي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. بِسْمِ اللهِ الرّحمنِ الرَّحِيمِ. اللهم صل على سيدنا محمدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا محمد. الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد. اللهُم هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ اللهم تقبل مني مِنْ فَلَان كَمَا تَقَبلْتَ مِنْ إِبْرَاهِيمَ خَلِيْلكَ.

Artinya: "Aku menghadapkan wajahku (hatiku) kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukanNya, dan aku termasuk golongan orang muslimin.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, hanya bagi Allah segala puji. Ya Allah, hewan ini adalah nikmat dari-Mu, dan melalui hewan ini pula mendekatkan diri kepada-Mu. Ya Allah, terimalah dariku/dari fulan (sebut nama orang yang berqurban), sebagaimana Engkau menerima dari Nabi Ibrahim, kekasih-Mu."

Jadwal Iduladha 2024

Di Indonesia jadwal perayaan Iduladha dilakukan ada beberapa versi. 

Mengutip laman resmi Nahdlatul Ulama, Idul Adha merupakan sholat sunnah yang dikerjakan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Tanggal ini bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci Makkah, sehingga disebut juga sebagai lebaran haji.

Dalam Almanak Tahun 2024 yang dirilis Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bojonegoro, hari raya Idul Adha tahun ini jatuh pada tanggal 17 Juni 2024, sebab posisi hilal 1 Dzulhijjah pada 8 Juni 2024 sudah ada di atas kriteria imkanur rukyah.

Sementara itu, merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2024 terbitan Kementerian Agama (Kemenag RI), penanggalan Hari Raya Idul Adha tersebut masih berupa perkiraan. Hasil pastinya baru akan diketahui setelah sidang isbat yang dilakukan Kemenag.

Jadwal Idul Adha 2024 ini juga termaktub dalam Surat keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Cuti Bersama dan Libur Nasional 2024. Tertuang dalam SKB tersebut bahwa Idul Adha 1445 H/2024 M jatuh pada Senin, 17 Juni 2024 dan ditetapkan sebagai libur nasional.

Meski begitu, penetapan ini merupakan prediksi yang bisa berubah setelah dilakukan sidang isbat oleh Kemenag RI. Sidang isbat penetapan Idul Adha (10 Dzulhijjah) biasanya akan dilakukan pada akhir bulan Dzulqo'dah

Kemudian, pada Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha bertepatan dengan 17 Juni 2024. Ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 tentang Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah 1445 H.

Berdasarkan maklumat itu, PP Muhammadiyah menetapkan 1 Dzulhijjah 1445 H jatuh pada Sabtu, 8 Juni 2024 M. Dengan demikian, Idul Adha 2024 (10 Dzulhijjah) versi Muhammadiyah pun jatuh pada Senin, 17 Juni 2024.

Meskipun memiliki metode penetapan yang berbeda antara Muhammadiyah, NU dan Pemerintah Indonesia, tetapi diprediksi Idul Adha 2024 akan dirayakan serentak.
Hal ini merupakan prediksi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). BRIN memprediksi Idul Adha 2024 antara pemerintah dan Muhammadiyah akan jatuh di tanggal yang sama. Hal ini dikarenakan posisi hilal di akhir Zulkaidah masih -4 derajat.


[Gambas:Video ]

(dce/dce)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat