shiafrica.com

Facebook Blokir Hamas di Tetangga RI, Pemerintah Malaysia Ngamuk

Facebook Blokir Hamas di Tetangga RI, Pemerintah Malaysia Ngamuk

Tech - Redaksi, Indonesia
16 May 2024 13:25
Small toy figures are seen in front of displayed Facebook logo in this illustration taken October 4, 2021. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration Foto: Facebook (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, Indonesia - Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil meminta penjelasan ke Meta usai salah satu anak usahanya, Facebook, menghapus artikel dari media lokal yang memberitakan pertemuan antara Perdana Menteri (PM) Malyasia Anwar Ibrahim dengan pemimpin kelompok Hamas.

PM Anwar Ibrahim bertemu dengan petinggi Hamas ismail Haniyeh di Qatar pada Senin (13/5) pekan ini. Selanjutnya, Anwar Ibrahim mengaku memiliki relasi politik yang baik dengan para petinggi Hamas.

Namun, ia menegaskan tak terlibat dalam aksi militer yang dilancarkan Hamas, dikutip dari Reuters, Kamis (16/5/2024).

Malaysia sendiri merupakan salah satu negara mayoritas Muslim yang vokal mendukung Palestina. Dalam surat resmi ke Meta, pemerintah meminta penjelasan soal pemblokiran artikel dari dua media lokal terkait pertemuan Anwar dan petinggi Hamas.

Selain itu, Meta juga menutup akun pihak ketiga yang kerap membagikan isu-isu terkini tentang Palestina.

"Saya meminta penjelasan Meta atas keputusan menghapus artikel [terkait Hamas]. Khususnya yang berkaitan dengan kunjungan PM Anwar Ibrahim secara resmi ke Qatar," kata Fahmi Fadzil yang juga merupakan juru bicara pemerintahan.

"Saya menyayangkan aksi ini dilakukan perusahaan berbasis AS. Sudah jelas bahwa [Meta] tidak menghormati kebebasan informasi dari media lokal yang menggunakan platform mereka," ia menambahkan.

Meta tidak segera merespons protes yang dilayangkan pemerintah Malaysia.

Sebelumnya, pada Oktober 2023 lalu, Fahmi mewanti-wanti akan mengambil tindakan tegas ke media sosial yang memblokir konten-konten pro-Palestina di Malaysia.

Meta secara spesifik merupakan salah satu platform media sosial yang kerap dilaporkan menyembunyikan dan memblokir konten-konten pendukung Palestina. Meta juga menggunakan pendeteksi otomatis dan pengkajian manual oleh manusia untuk menghapus atau melabeli konten visual yang menunjukkan kondisi di Gaza.


[Gambas:Video ]
Artikel Selanjutnya

Perang Gaza Makin Ganas, TikTok Diam-Diam Lakukan Ini


(fab/fab)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat