shiafrica.com

Sia-sia Joe Biden Blokir, China Makin Perkasa Tanpa AS

Sia-sia Joe Biden Blokir, China Makin Perkasa Tanpa AS

Tech - Novina Putri Bestari, Indonesia
16 May 2024 14:05
US President Joe Biden (R) and China's President Xi Jinping (L) meet on the sidelines of the G20 Summit in Nusa Dua on the Indonesian resort island of Bali on November 14, 2022. (Photo by SAUL LOEB / AFP) Foto: AFP/SAUL LOEB

Jakarta, Indonesia - China mencoba untuk lepas dari ketergantungan chip dari Amerika Serikat (AS). Sebuah laporan menyebutkan dua pembuat chip China sedang dalam tahap awal memproduksi semikonduktor memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory atau HBM).

Dua perusahaan itu adalah CXMT dan Wuhan Xinxin. Keduanya adalah penerima dana dari pemerintahan Xi Jinping.

Reuters melaporkan CXMT sudah mengembangkan sampel chip HBM. Raksasa chip DRAM itu bekerja sama dengan Tongfu Microelectronics yang merupakan perusahaan pengemasan dan pengujian chip.

Sementara itu, Wuhan Xinxin membangun pabrik dengan kemampuan 3.000 wafer HBM 12 inci per bulan. Dokumen dari database Qichacha menyebutkan konstruksi fasilitas itu dimulai pada Februari lalu, dikutip Kamis (16/5/2024).

Berdasarkan laporan, CXMT dan sejumlah perusahaan chip China juga mengadakan pertemuan rutin dengan perusahaan peralatan semikonduktor asal Korea Selatan dan Jepang. Pertemuan itu untuk membeli peralatan pengembangan HBM.

Baik CXMT dan Tongfu Microelectronics tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar terkait laporan tersebut. Wuhan Xinxin juga tidak menanggapi permintaan komentar dan perusahaan induk NAND YMTC mengungkapkan tidak mampu memproduksi HBM secara massal.

Huawei juga dilaporkan akan memproduksi chip HBM pada tahun 2026 mendatang. Perusahaan yang masuk dalam sanksi AS beberapa waktu tahun lalu itu akan bekerja sama dengan perusahaan China lain.

Sebelumnya, The Information melaporkan Huawei memimpin sejumlah perusahaan untuk membuat HBM. Salah satu yang masuk dalam kelompok tersebut adalah Fujian Jinhua Integrated Circuit, perusahaan yang juga diberikan sanksi oleh AS.

China makin kencang mengembangkan chip canggih secara mandiri. Hal ini dilakukan karena pemerintahan AS terus-terusan mengeluarkan kebijakan pembatasan ekspor chip canggih dan alat pembuat chip canggih ke China. Bahkan, AS juga meminta negara-negara sekutunya untuk turut memberlakukan kebijakan serupa.

Chip merupakan kunci dalam pengembangan teknologi. China dan AS saat ini berada dalam 'perang' untuk mendominasi industri chip. Salah satunya agar bisa menang dalam perlombaan memimpin industri kecerdasan buatan (AI) yang digadang-gadang akan mengubah hidup manusia di masa depan.


[Gambas:Video ]
Artikel Selanjutnya

Xi Jinping Balas Joe Biden, Haramkan Produk AS di Komputer PNS


(fab/fab)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat