shiafrica.com

Anak Kotor Lebih Kebal Penyakit, Ini Hasil Eksperimen di Finlandia

Anak Kotor Lebih Kebal Penyakit, Ini Hasil Eksperimen di Finlandia

Tech - Redaksi, Indonesia
11 June 2024 17:40
•	Tinytoes, daycare yang berada di Sampoerna Strategic Square ini dimulai dari harga Rp 5.250.000 sampai Rp 5.750.000. 
•	Daycare ini menerima anak mulai dari umur 3 bulan hingga 6 tahun. Beragam fasilitas yang ditawarkan mulai dari mandi tiga kali sehari, makan tiga kali, snack dua kali, tidur siang, jam belajar dan bermain.
•	Jam operasional daycare ini dimulai dari jam 07.00 AM hingga 19.00 PM. Banyak orang tua yang memercayakan anak mereka dititipkan di daycare ini karena alasan keamanan dan kebersihan. 
•	Daycare Tiny Toes didirakan oleh 6 ibu-ibu (Merry Huseng, Linda Boenjamin, Yulia Boenjamin, Angela Lew Dermawan, Patricia Hermawan, dan Agnes Camelia) yang mengalami kegalauan karena menjadi ibu dan harus bekerja. Dari sinilah tercetus ide untuk mendirikan daycare. 


( Indonesia/Fitriah Said) Foto: Tinytoes, Daycare ( Indonesia/Fitriah Said)

Jakarta,  Indonesia - Sebuah eksperimen di Finlandia menunjukkan aktivitas "kotor" di alam membuat sistem imun anak lebih kuat melawan penyakit.

Eksperimen oleh tim dari Universitas Helsinki menempatkan sekelompok anak dalam lingkungan berbeda kemudian menguji perubahan mikrobioma tubuh mereka serta sistem imunnya.

Tujuan utama riset adalah menguji hipotosis dampak keragaman biologi dengan daya tahan tubuh manusia. Berdasarkan hipotesis tersebut, tanpa keragaman hayati di wilayah perkotaan, anak tumbuh lebih rentan terhadap penyakit terkait sistem imun.

Penelitian di Finlandia ini membuktikan bahwa perubahan lingkungan di sekitar anak bisa dengan cepat mengubah mikrobioma di tubuh anak sehingga membantu sistem imunnya untuk beradaptasi.

"Hasil dari penelitian mendukung hipotesis biodiversity dan konsep bahwa keragaman hayati yang rendah di kehidupan modern berujung kepada sistem imun yang 'tak terlatih' dan membuat penyakit terkait sistem imun menyebar," kata tim peneliti.

Para peneliti membentuk lingkungan anak di 10 fasilitas penitipan anak di wilayah perkotaan. Subjek penelitian adalah 75 anak berusia 3 hingga 5 tahun.

Sebagian fasilitas penitipan anak dilengkapi oleh lapangan bermain beton dan tanah liat, sedangkan fasilitas lain mengajak anak untuk berkeliling ke alam setiap hari. Empat fasilitas dilengkapi dengan rumput dan hutan mini.

Dalam 28 hari, anak di empat tempat penitipan anak dengan fasilitas rumput dan hutan mini diajak bermain 5 kali seminggu.

Peneliti kemudian mengetes mikrobiota di kulit dan perut mereka. Hasilnya keragaman mikrobioma di tubuh anak-anak yang bermain di lapangan alami meningkat dibanding anak yang dirawat di tempat penitipan biasa.

Peningkatan keragaman mikrobioma juga ditemukan di fasilitas penitipan yang mengajak anak untuk keluar berkeliling "di alam" setiap hari.

Anak-anak yang rutin bermain di tanah, rumput dan pepohonan menunjukkan kenaikan mikroba bernama gammaproteobacteria yang membuat daya tahan kulit meningkat. Kenaikan juga ditemukan dalam sekresi "imun" dalam darah serta menurunkan kadungan "interleukin-17A" yang terkiat dengan penyakit imun menular.

"Kami juga menemukan bahwa mikrobiota usus di anak yang aktif di lingkungan hijau serupa dengan anak yang mengunjungi hutan setiap hari," kata Marja Roslund dari Universitas Helsinki seperti dikutip Science Alert.

Science Alert menyatakan berbagai riset juga menunjukkan bahwa paparan ke alam juga bagus untuk mata dan perkembangan mental, bahkan juga dikaitkan dengan perubahan struktur otak. Selain itu, anak di wilayah di luar perkotaan juga jarang ditemukan mengidap asma atau alergi.


[Gambas:Video ]
Artikel Selanjutnya

NASA Beri Jawaban Logis Soal Viral Matahari Terbit dari Barat


(dem/dem)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat