shiafrica.com

Jepang Krisis Seks, Pemerintah Siapkan Aplikasi HP Pelat Merah

Jepang Krisis Seks, Pemerintah Siapkan Aplikasi HP Pelat Merah

Tech - Novina Putri Bestari, Indonesia
12 June 2024 07:45
Orang-orang berjalan melintasi penyeberangan pejalan kaki di distrik Shibuya dalam cuaca panas dan lembab Kamis, 13 Juli 2023, di Tokyo. (AP Photo/Eugene Hoshiko) Foto: Orang-orang berjalan melintasi penyeberangan pejalan kaki di distrik Shibuya dalam cuaca panas dan lembab Kamis, 13 Juli 2023, di Tokyo. (AP/Eugene Hoshiko)

Jakarta, Indonesia - Jepang punya caranya sendiri untuk meningkatkan jumlah populasinya. Yakni dengan meluncurkan aplikasi kencan dalam waktu dekat.

Sebagai informasi, populasi Jepang terus mengalami penurunan selama satu dekade terakhir. Bahkan tahun lalu mencatatkan angka kelahiran terendah sepanjang masa dengan 1,2 anak per ibu.

Tech Spot mencatat aplikasi ini akan berbayar dan diluncurkan musim panas mendatang. Operasional platform dilakukan oleh pihak swasta, dikutip Selasa (11/6/2024).

Jepang berusaha membuat aplikasinya berbeda dengan platform serupa lainnya. Tujuannya bukan lagi menemukan pasangan untuk hubungan biasa, tetapi mencari pasangan menikah.

Nantinya mereka yang menjadi pengguna akan menghadapi proses pendaftaran yang cukup panjang. Salah satunya menjawab 15 pertanyaan terkait latar belakang pengguna.

Beberapa hal yang ditanyakan adalah riwayat pendidikan dan pekerjaan. Pengguna juga akan diwawancara langsung oleh operator aplikasi.

Selain itu pengguna diminta menyerahkan foto identitas. Mereka akan diminta pula menandatangani pernyataan mencari pasangan menikah bukan hubungan biasa.

Terakhir pengguna diwajibkan melampirkan bukti penghasilan. Namun syarat terakhir ini menimbulkan polemik tersebut.

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike mengonfirmasi syarat tersebut. Dia beralasan syarat penghasilan akan mencocokkan pengguna dan melihat masa depan dengan calon pasangan.

Akan tetapi ini juga jadi bumerang. Sebab Saki Ito, pengawas situs ulasan aplikasi kencan Match Up, mengatakan laki-laki berpenghasilan rendah cenderung tak menemukan jodoh karena perempuan ingin pasangannya punya pendapatan lebih tinggi.


[Gambas:Video ]

(dem/dem)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat