shiafrica.com

Sri Mulyani Terbitkan 2 Seri Surat Berharga Ritel, Segini Cuannya!

Sri Mulyani Terbitkan 2 Seri Surat Berharga Ritel, Segini Cuannya!

My Money - Arrijal Rachman, Indonesia
10 June 2024 13:54
Direktur SUN DJPPR, Deni Ridwan saat berbincang berbagi pengalaman dalam acara Investment Expo 2023 di Central Park, Jakarta, Jum'at (15/9/2023). ( Indonesia/Tri Susilo) Foto: Direktur SUN DJPPR, Deni Ridwan saat berbincang berbagi pengalaman dalam acara Investment Expo 2023 di Central Park, Jakarta, Jum'at (15/9/2023). ( Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, Indonesia - Pemerintah Indonesia menawarkan kepada masyarakat penerbitan dua seri surat berharga ritel mulai hari ini, Senin (10/6/2024) sampai dengan Kamis (4/7/2024). Dua seri surat berharga berupa Savings Bond Ritel (SBR) itu ialah SBR013T2 dan SBR013T4.

SBR tersebut ditujukan untuk tiap individu Warga Negara Indonesia (WNI) dengan pemesanan mulai dari Rp 1 juta. Dua seri SBR itu ditawarkan secara online (e-SBN) melalui mitra distribusi mulai 09.00 WIB 10 Juni 2024 sampai dengan 10.00 WIB 4 Juli 2024.

"SBN ritel ini memang ditujukan kepada investor ritel individu dan WNI karena ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memiliki visi bagaimana menjadikan SBN ritel sebagai instrumen negara untuk distribusi kekayaan," kata Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Deni Ridwan saat konferensi pers di Jakarta, Senin (10/6/2024).

Khusus untuk SBR013T2 memiliki tenor 2 tahun dengan imbal hasil atau kupon yang ditawarkan sebesar 6,45%. Jenis kuponnya itu ialah mengambang dengan tingkat Kupon minimal (floating with floor) dengan hitungan berasal dari Suku Bunga Acuan Bank Indonesia atau BI Rate yang berlaku pada saat penetapan kupon, yaitu sebesar 6,25%, ditambah spread tetap sebesar 20 bps (0,20%).

Sementara itu, untuk SBR013T4 memiliki tenor 4 tahun dengan kupon minimal dan mengambang sebesar 6,60%. Tingkat kupon itu berasal dari Suku Bunga Acuan BI Rate yang berlaku pada saat penetapan kupon, yaitu sebesar 6,25%, ditambah spread tetap sebesar 35 bps (0,35%).

Dengan adanya tingkat kupon mengambang minimal itu, maka ketika suku bunga BI Rate naik kupon yang diberikan pemerintah akan ikut naik dengan peninjauan besaran kupon setiap tiga bulan. Namun, ketika suku bunga BI Rate turun, kuponnya akan tetap sesuai dengan batas minimal yang telah ditetapkan itu.

"Jadi kalau ke depan BI menaikkan lagi tingkat suku bunganya menjadi 6,5% jadi tinggal ditambah aja basis pointsnya. Margin ini akan selalu kita jaga supaya investor dapat insentif untuk beli SBR tapi kalau BI menurunkan suku bunga acuannya ini gak akan turun," tegas Deni.

Pembayaran kupon itu akan dilakukan tanggal 10 setiap bulannya. Kupon Pertama akan dibayarkan pada 10 Agustus 2024 (short coupon). Jika tanggal pembayaran kupon bukan pada hari kerja, maka pembayaran kupon dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi bunga.

Adapun jatuh tempo untuk SBR013T2 yang bertenor 2 Tahun pada 10 Juli 2026, dan SBR013T4 bertenor 4 Tahun jatuh pada 10 Juli 2028. Keduanya bisa mendapatkan fasilitas Early Redemption atau Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo dengan syarat dan ketentuan berlaku seperti minimal kepemilikan Rp2 juta di setiap mitra distribusi dan jumlah maksimal yang dapat diajukan untuk Early Redemption adalah 50% dari total kepemilikan investor.

Periode penyampaian minat Early Redemption SBR013T2 28 Juli 2025 sampai dengan 5 Agustus 2025, dan untuk SBR013T4 27 Juli 2026 sampai dengan 4 Agustus 2026.

Perlu diingat bahwa SBR ini memiliki batas maksimum pemesanan, yakni sebesar Rp 5 miliar untuk SBR013T2 dan untuk SBR013T4 maksimal pemesanannya adalah Rp 10 miliar.

"Kenapa kita kasih batasan kalau investor bisa beli Rp 5 miliar sampai dengan Rp 10 miliar, mereka bisa masuk ke insturmen yang non ritel," ucap Deni.

Bagi masyarakat yang berminat untuk membeli dua seri SBR ini dapat dilakukan di mitra distribusi yang telah ditunjuk, yakni:

Bank Umum:

1. PT Bank Central Asia, Tbk

2. PT Bank CIMB Niaga, Tbk

3. PT Bank Danamon Indonesia, Tbk

4. PT Bank DBS Indonesia

5. PT Bank HSBC Indonesia

6. PT Bank Mandiri (Persero), Tbk

7. PT Bank Maybank Indonesia Tbk

8. PT Bank Mega, Tbk

9. PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk

10. PT Bank OCBC NISP,Tbk

11. PT Bank Pan Indonesia, Tbk

12. PT Bank Permata, Tbk

13. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk

14. PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk

15. PT Bank UOB Indonesia

16. PT Bank Victoria International, Tbk

17. Standard Chartered Bank

Perusahaan Efek:

1. PT BNI Sekuritas

2. PT BRI Danareksa Sekuritas

3. PT Mandiri Sekuritas

4. PT Phillip Sekuritas Indonesia

5. PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk

Perusahaan Financial Technology khusus Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD):

1. PT Bareksa Portal Investasi

2. PT Bibit Tumbuh Bersama

3. PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+)

4. PT Star Mercato Capitale (tanamduit)

Adapun cara membeli dua seri SBR itu sebagai berikut:

1. Registrasi

Proses pendaftaran Calon Investor melalui Sistem Elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi (Midis), dengan menginput data-data antara lain, data diri, nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana dan nomor Rekening Surat Berharga. Bagi Calon Investor yang belum memiliki nomor SID, rekening dana, dan/atau rekening surat berharga, dapat menghubungi Midis.

2. Pemesanan

Setelah registrasi berhasil, Calon Investor melakukan pemesanan SBR013 dengan sebelumnya membaca ketentuan dalam Memorandum Informasi. Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran SBR013T2 & SBR013T4.

3. Pembayaran

Setelah pemesanan diverifikasi (verified order), Calon Investor mendapatkan kode pembayaran (billing code) melalui email/sms sesuai kebijakan masing-masing Mitra Distribusi. Kode pembayaran digunakan untuk penyetoran dana investasi melalui Bank Persepsi (teller, ATM, internet banking, mobile banking)/ Pos/ Lembaga Persepsi Lainnya dalam batas waktu yang ditentukan.

4. Konfirmasi

Setelah pembayaran, Calon Investor akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order serta akan memperoleh alokasi SBR013T2 & SBR013T4 pada tanggal setelmen/penerbitan.


[Gambas:Video ]
Artikel Selanjutnya

Video:Gelontoran Insentif Pemerintah Bagi Pengembangan Proyek Hijau RI


(haa/haa)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat