shiafrica.com

Milenial & Gen Z Dominasi Surat Utang Negara, Emak-Emak Gak Mau Kalah

Milenial & Gen Z Dominasi Surat Utang Negara, Emak-Emak Gak Mau Kalah

My Money - Arrijal Rachman, Indonesia
10 June 2024 18:23
Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan RI Deni Ridwan di acara MABAR ORI023. ( Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan RI Deni Ridwan ( Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, Indonesia - Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat, kepemilikan surat berharga negara (SBN) ritel saat ini didominasi oleh kalangan generasi milenial dan Gen Z.

Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengatakan, dari perolehan dana dari penerbitan SBN ritel pada tahun ini yang telah mencapai Rp 64,93 triliun dari total target Rp 140-160 triliun, 53% dipegah oleh milenial dan Gen Z.

"Terakhir sampai dengan April 2024 ini investor milenial sampai 51%. Gen Z sekitar 2,3%. jadi total antara milenial dan Gen Z antara 53-54%," ucap Deni saat konferensi pers di Jakarta, Senin (10/6/2024).

Bila dibedah berdasarkan gendernya, Deni mengatakan, mayoritas dari persentase itu ialah kaum wanita dengan profesi tiga terbesar ialah wiraswasta, karyawan swasta, serta ibu rumah tangga. Sayangnya, Deni belum bisa menunjukkan data konkrit persentase per profesi.

"Profesi paling besar adalah wiraswasta, kemudian karyawan swasta, dan ketiga ibu-ibu rumah tangga, jadi ibu rumah tangga masuk tiga besar investor terbesar, ini menunjukkan the real power of emak-emak," ucap Deni.

Sebagai informasi, Pemerintahan Presiden Joko Widodo menargetkan penerbitan surat berharga negara (SBN) ritel senilai Rp 140-160 triliun pada tahun ini. Hingga saat ini sudah terealisasi Rp 64,93 triliun yang terdiri dari hasil penerbitan ORI025 Rp 23,9 triliun, SR020 Rp 21,36 triliun, dan ST012 Rp 19,65 triliun.

Untuk terus merealisasikan target perolehan dana dari penerbitan SBN ritel itu, per hari ini pemerintah pun telah menerbitkan dua seri Savings Bond Ritel (SBR), yakni SBR013T2 dan SBR013T4 dengan kupon mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor) masing-masing 6,45% dan 6,60%.

Deni menargetkan, dari hasil penerbitan itu, pemerintah akan bisa meraup dana dari individu Warga Negara Indonesia (WNI) Rp 15 triliun sampai dengan Rp 20 triliun.

"Untuk target penerbitan SBR013 itu kita target awalnya Rp 15 triliun, cuma nanti tentu kita akan perhatikan juga minat dari masyarakat, kalau memang tinggi minatnya kita punya spare alokasi untuk upsize hingga Rp 20 triliun," tutur Deni.

Pemerintah pun optimistis perolehan dana dari penerbitan SBN ritel pada tahun ini tercapai, sebab tren pada 2023 menurutnya sudah mencapai Rp 147 triliun atau meningkat dari capaian 2022 yang untuk pertama kalinya bisa mampu tembus Rp 100 triliun.

"Tahun lalu kita berhasil terbitkan Rp 147 triliun, artinya rata-rata meningkat 38%, makanya tahun ini kita alokasikan sekitar Rp 140-160 triliun, jadi kita cukup confidence," ujar Deni.


[Gambas:Video ]
Artikel Selanjutnya

Video:Krom Bank Ramaikan Pasar Bank Digital RI, Bisnisnya Menjanjikan?


(haa/haa)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat