shiafrica.com

Lengkap! Niat, Tata Cara & Keutamaan Puasa Syawal 2024

Lengkap! Niat, Tata Cara & Keutamaan Puasa Syawal 2024

Syariah - Firda Dwi Muliawati, Indonesia
11 April 2024 20:15
Seorang penambang menyiapkan makanan sebelum berbuka puasa selama bulan Ramadhan, di kantor darurat 800 meter di bawah tanah tempat para penambang makan, di Tambang Trepca, di Stanterg, dekat Mitrovica, Kosovo, 14 Maret 2024. (REUTERS/Florion Goga) Foto: Seorang penambang menyiapkan makanan sebelum berbuka puasa selama bulan Ramadhan, di kantor darurat 800 meter di bawah tanah tempat para penambang makan, di Tambang Trepca, di Stanterg, dekat Mitrovica, Kosovo, 14 Maret 2024. (REUTERS/Florion Goga)
  • Niat
  • Tata Cara
  • Keutamaan
    • 1. Penyempurna Puasa Ramadan
    • 2. Pahala Puasa Satu Tahun
    • 3. Tanda Diterimanya Puasa Ramadan
    • 4. Sebagai Tanda Syukur
    • 5. Menjaga Konsistensi Ibadah

Jakarta, Indonesia - Bulan Ramadan telah berlalu dan ditutup dengan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 H/2024. Umat islam dianjurkan atau disunahkan untuk melaksanakan ibadah puasa Syawal yang dilakukan selama 6 hari berturut-turut selama bulan Syawal.

Puasa Syawal bisa dimulai pada tanggal 2 Syawal 1445 H atau pada Kamis (11/4/2024). Adapun puasa ini memiliki keutamaan yang sangat dianjurkan lantaran pahala yang didapatkan diyakini setara dengan pahala berpuasa selama satu tahun.

Meskipun bagi yang melaksanakannya dengan tidak berurutan juga tentu mendapatkan berkah dari Allah SWT.

Salah satu dalil yang menguatkan puasa Syawal ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim. Sebagai berikut:

أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya:

"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (pahala) puasa selama setahun penuh," (HR Muslim).

Lantas, bagaimana niat, tata cara, dan keutamaan puasa Syawal? Simak informasi berikut seperti dilansir dari Detikcom.

Niat

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Bahasa Latin: Nawaitu shauma ghadin'an ada'i sunnatis syawwali lillahi ta'ala

Artinya: Aku berniat puasa sunah Syawal di esok hari karena Allah SWT

Tata Cara

1. Pelaksanaan puasa Syawal sama dengan puasa lainnya, mulai dari membaca niat seperti di atas. Dalam konteks ini, umat Islam meniatkan dirinya untuk berpuasa selama enam hari.

2. Selain itu, dalam pelaksanaan puasa Syawal dianjurkan untuk melaksanakan enam hari secara berurutan.

3. Puasa Syawal dilaksanakan setelah melakukan puasa ganti terlebih dahulu. Namun, diperbolehkan juga jika terlebih dahulu melakukan puasa Syawal dengan catatan jangan sampai lalai melakukan puasa ganti.

Keutamaan

Seperti yang disampaikan dalam hadis yang diriwayatkan Muslim, puasa Syawal setelah melakukan puasa Ramadan, seperti telah berpuasa satu tahun penuh. Untuk lebih detailnya, berikut lima keutamaan puasa Syawal, dikutip dari website NU.

1. Penyempurna Puasa Ramadan

Salah satu yang menjadi manfaat dalam ibadah sunah adalah sebagai penyempurna ibadah yang wajib. Sebagaimana salat sunah rawatib (qabliyah serta ba'diyah) yang dapat menjadi penyempurna bagi salat wajib. Begitu pula dengan puasa Syawal yang merupakan puasa sunah yang bisa menjadi penyempurna puasa Ramadan.

2. Pahala Puasa Satu Tahun

Dalam Al-Qur'an pada surat Al-An'am ayat 160 dijelaskan jika setiap satu amal ibadah akan dibalas dengan pahala sebanyak sepuluh kali lipatnya. Mengacu dari penjelasan ini, maka jika dikalkulasikan satu bulan puasa Ramadan dikalikan 10 sama dengan 10 bulan, lalu enam hari puasa Syawal dikali dengan 10 sama dengan 60 hari atau dua bulan. Jadi, 10 bulan ditambah dua bulan sama dengan 12 bulan atau satu tahun.

3. Tanda Diterimanya Puasa Ramadan

Salah satu yang menjadi ciri-ciri diterimanya amal ibadah adalah adanya konsistensi dalam melakukan ibadah yang lain setelah ibadah yang pertama selesai. Begitu juga dengan puasa Ramadan. Salah satu yang menjadi ciri-ciri dari diterimanya puasa Ramadan seseorang adalah seseorang melakukan puasa Syawal setelahnya.

4. Sebagai Tanda Syukur

Menjalankan niat puasa Syawal merupakan sebuah bukti syukur seorang hamba karena selama bulan Ramadan ia telah memperoleh anugerah dari Allah SWT, baik berupa ibadah yang bisa dijalani di dalamnya maupun ampunan yang dijanjikan untuk orang-orang yang beribadah selama bulan puasa.

5. Menjaga Konsistensi Ibadah

Setelah selesai bulan Ramadan, bukan berarti ibadah-ibadah yang di dalamnya menjadi terputus. Dianjurkan kepada umat Muslim untuk tetap menjaga konsistensinya dalam beribadah tersebut. salah satunya yaitu dengan menjalankan puasa Syawal yang merupakan bukti konsistensi puasa yang telah dilakukan selama Ramadan.


[Gambas:Video ]
Artikel Selanjutnya

Awal Ramadan 1445 Hijriyah Versi Muhammadiyah: 11 Maret 2024


(dce)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat